Selasa, 21 Mei 2013
entah kenapa aku berpikir jika ini dapat diperumpamakan aku(daun) dan kau angin.
daun tak pernah sekalipun membenci angin sekalipun angin yang mbuatnya jatuh
dia tak pernah mengatakan bahwa dia sangat cinta pada angin, dia hanya ingin menjadi teman terbaik angin sehingga ketika daun mencoba mendekat angin malah membuatnya jatuh.
sekiranya seperti itu daun percaya angin tak sengaja melakukannya dan berharap kelak jika angin datang di yang akan datang selanjutnya ketika daun tumbuh lagi.angin dapat mengerti betapa daun ingin menjadi teman terbaiknya
saat ini daun tidak terpuruk dalam kesedihan
bahkan daun berjanji jika dia ingin bermanfaat bagi yang lain untuk dapat dijadikan pupuk kompos yang
diuraikan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar