Selasa, 21 Mei 2013
entah kenapa aku berpikir jika ini dapat diperumpamakan aku(daun) dan kau angin.
daun tak pernah sekalipun membenci angin sekalipun angin yang mbuatnya jatuh
dia tak pernah mengatakan bahwa dia sangat cinta pada angin, dia hanya ingin menjadi teman terbaik angin sehingga ketika daun mencoba mendekat angin malah membuatnya jatuh.
sekiranya seperti itu daun percaya angin tak sengaja melakukannya dan berharap kelak jika angin datang di yang akan datang selanjutnya ketika daun tumbuh lagi.angin dapat mengerti betapa daun ingin menjadi teman terbaiknya
saat ini daun tidak terpuruk dalam kesedihan
bahkan daun berjanji jika dia ingin bermanfaat bagi yang lain untuk dapat dijadikan pupuk kompos yang
diuraikan.
Ya Allah, Aku Jatuh Cinta
Ya Allah, yang membolak-balikkan hati kami... Selama ini aku tidak pernah tahu
bagaimana rasanya mencinta Namun, aku berharap
bila cinta hadir menyapaku
aku tidak akan kehilangan Engkau Ya Allah, selama ini aku hanya berharap
Semoga bisa mencintai
Orang yang memiliki cinta yang luar biasa kepada-Mu
Ya Allah, selama ini aku juga berharap
Semoga bisa dicintai
Oleh orang yang bisa mengarahkanku
Menuju keridhaan-Mu Pintaku ya Allah,
Ijinkan aku memiliki rasa ini
Hingga ia menjadi indah di dada kami
Tanpa mengurangi rasa cinta kami kepada-Mu... (dikutip dari buku "Ya Allah, Aku Jatuh Cinta"-Burhan Sodiq)
Senin, 22 April 2013
ini ceritaku
ceritaku saat menapakkan kakiku di daerah ini. pulau jawa bagian tengah yang secara keseluruhan penduduknya ramah, baik, halus mungkin hampir sama dengan daerah asalku tapi lebih jauh lebih halus tutur katanya walaupun tutur kata tidak menjadi dasar kita saat menilai orang tetaplah ini nilai plus tersendiri.
aku disini demi cita citaku dan janjiku pada Allah dan orang tuaku.aku harus jadi insan yang bermanfaat bagi orang lain demi mengabdikan diriku sebagai dokter
janjiku pada kakakku tersayang aku ingin kakak sembuh dan berharap jika kelak aku sukses aku ingin mengangkat derajat kedua orang tuaku.
memang tujuan hidupku yang pertama adalah beribadah kepada Allah tapi dibawah itu semua aku juga ingin membahagiakan kalian bapak ibuk :*
usahaku karena Allah, tapi disini karena kalian, dan perjuanganku demi kalian
orang yang mencintaiiku tulus. tak pernah aku temukan dasyatnya selama hidup selain dasyatnya cintamu ibuku.cintamu tak pernah kekang oleh waktu.
tak ada perjuangan yang begitu luar biasa selain perjuangan bapak yang mati matian mencari nafkah untuk keluarganya , terima kasih bapak aku janji takkan pernah mengecewakanmu.
tak pernah ada kakak yang lebih hebat selain kakakku, luph u mbak dada. aku slalu ingat kata kata mbak saat wisuda "mbak cepet2 wisuda buat kamu dek agar bapak tidak berat dan bapak bisa menyekolahkan kamu ke kedokteran walaupun mbak jadi guru gak apa"
jangan siasiakan usaha bapak yang banting tulang selama ini
salam rinduku teramat dalam buat kalian
aku selalu berdoa tak hanya di dunia aku dapat bersama kalian tapi di Jannah nanti kita bisa berkumpul satu keluarga dengan
Minggu, 20 Januari 2013
JODOHMU cerminan dirimu
Banyak diantara kita yang sebelum menikah, mengangankan pasangan yang kriterianya seperti ini dan seperti itu. Bagi yang telah menikahpun, pasti masih menyimpan sebuah harapan pada pasangannya. Harapan agar pasangannya seperti yang ia idamkan.
Salahkah jika kita menetapkan kriteria atau berharap pasangan saat ini sesuai dengan apa yang kita inginkan? Tentu tidak, selama hal itu masih dalam koridor syari’at dan apa yang ia harapkan mampu di penuhi oleh pasangannya. Bagaimana jika harapan itu terlalu tinggi hingga sulit dipenuhi?
Seandainya kita tahu, tidaklah Allah memasangkan kita melainkan dengan yang sekufu juga. Bukankah Allah telah berjanji dalam firman-Nya?
“ Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula) .” (An Nuur: 26)
Jika kita mengharapkan pasangan yang rajin menuntut ilmu, sudahkah kita aktif mendatangi majelis-majelis ilmu? Jika kita mengidamkan pasangan yang halus tutur kata dan perangainya, sudahkah kita sendiri santun dalam berucap dan berbuat?
Jika kita mengharapkan pasangan yang rapat menjaga hijab dan kehormatannya serta menundukkan pandangannya dari lawan jenisnya, sudahkah kita menerapkan hal yang sama pada lawan jenis kita?
Sungguh jika kita sadar, ketika mengharapkan pasangan dengan segudang kriteria dan kelebihan.. Cobalah bertanya pada diri sendiri, “Sudahkah saya cukup baik untuk mendapatkan yang demikian?”.
Ketika kita memimpikan pasangan yang 100% sesuai dengan harapan kita.. Jujurlah pada diri sendiri, “Sudahkah saya memenuhi harapannya akan kriteria pasangan ideal, sempurna 100%?”
Bukan berarti mengharap mendapat pasangan yang lebih baik itu terlarang. Yang jadi ganjalan adalah ketika kita muluk-muluk memimpikan si dia yang serba sempurna tanpa cela.. sudahkah kita berkaca? Sudahkah kita melihat pada diri sendiri. Mengukur dan menakar. Pantaskah kita mendapatkan si serba sempurna sementara kita sendiri.. jauh dari kata sempurna?
Tidak ada yang salah dengan bermimpi. Asal tetap menjejak pada realita. Jangan sampai mimpi kita justru menghalangi kita untuk bersegera menikah. Karena terlalu sibuk mengejar yang sempurna sehingga melupakan yang biasa namun lebih mampu menjaga kita dari fitnah.
Atau bagi yang telah menikah, harapan itu menghalangi kita dari rasa syukur akan hadirnya pasangan yang Allah anugerahkan dalam hidup kita. Terus menuntut pasangan sesuai dengan keinginannya.
Jadi, teruslah berusaha, memperbaiki diri dan tak putus berdo’a.. Agar diberikan yang shalih/ah dan menentramkan. Yang terbaik untuk menemani menjalani hari-hari, mewujudkan rumah tangga penuh sakinah di bawah limpahan rahmat-Nya.
“ Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya ”. (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160)
Karena sesungguhnya jodohmu… adalah cerminan dirimu.
~ Pagi hari yang dingin di timur Jakarta.
repost dari
http://aisyafra.wordpress.com/2012/10/20/jodohmu-cerminan-dirimu/
Sabtu, 19 Januari 2013
"habibie ainun"
yahh pengalamanku di liburan akhir tahun tepatnya tanggal 31 januari 2012 aku,ibu,bapak,kiki,mbak,itis ke surabaya.niatnya sih jelas banget refresing.
apalagi ini emang request dari sang anak tersayang yaitu aku hehe
pas di surabaya ibu bapak ke TP, aku,mbak furda,itis diturunin di delta. kita emang beda tujuan gara gara bapak gak mau di ajak nonton
yahh akhirnya aku sama mbak ke 21 nya eh masih tutup. trus si itis sih niatnya pengen nonton 5cm berhubung kena pengaruhku dia akhirnya mau nonton habibi ainun kayak aku sama mbak.
yehh kita turun untuk beli jamur goreng .berhubung kita bertiga jd beli sendiri sendiri
ukuran medium sayangnya bonus tofunya gak ada
sambil ngisi waktu kita ke WTC dulu eh pas baliknya 21 antriannya uda kayak antri BLT plus kyak rel kreta api coba, luama pake buangettts. dengan kesabaran akhirnya kita dapet tiga tiket dan lumayan strategis tempatnya hehe yang terpenting kita gk ketinggalan filmnya
setelah nonton awalnya kita dibikin ngakak berat gara gara lucunya pak habibi yang dimainkan mas Reza ,eh mulai pertengahan sampai akhir kita dibikin nangis sampek berdarah darah melihat cinta pak habibi sama ibu ainun
ya Allah so sweet banget
sumpah aku gak pernah lupa dan nyesel pernah merogok kocek 25rb buat nonton film ini
di akhir filmnya semua penonton termasuk aku juga pada ke kamar mandi buat cuci muka gara gara habis nangis pas nonton tadi hehe jadi malunya pas keluar ruangan bareng bareng deh :)
exactly this is best movie that i ever saw.so silahkan nonton yaa jangan sampek ketinggalan,nyesel banget kalo gak nonton film ini.
Habibie dan Ainun "cinta sejati"
Semenjak bertemu denganmu, energi statik benih cintamu telah mengejutkan gaya pegas jantungku, sehingga jantungku berdetak tak beraturan bagaikan gelombang bunyi gendang yang tak beraturan saat aku berada beberapa meter darimu. Refleksi cahaya cintamu telah membunuh urat mataku sehinga membiaskan bayangan wajahmu yang selalu di otakku.
Pancaran Radiasi Pesonamu membuat otakku tidak bisa berpikir rasional, sehingga elektromagnet dalam hatiku terpengaruh gelombang magnet cintamu. Sejak Saat itu, atom-atom penyusun cinta ini kian mengumpul karena gaya listrik statik dan energi Potensial di hatiku.
Saat jauh darimu, partikel-partikel cintaku tidak bisa diam sehingga melakukan tumbukan-tumbukan lenting sempurna dan menghasilkan energi rindu dengan
Rumus E = MC2.
yang mana M adalah Masa waktu dimana semakin lama semakin jauh darimu maka energi rinduku semakin bertambah besar. Sedangkan C adalah Cintaku padamu yang berbanding lurus dengan Energi rinduku.
Usaha untuk memberikan gaya lorenzt-ku padamu telah kuberikan dengan
FL = i B Sin ØØ
Mudah-mudahan dengan penurunan rumus cintaku padamu dapat memahami pemuaian cintaku padamu dan peningkatan massa jenis cintaku agar tekanan cinta dalam hatiku bisa setimbang setelah bereaksi dengan cahaya cintamu. Dimana bila FL adalah gaya cintaku padamu akan berbanding lurus dengan i (arus listrik cintaku) dan B adalah besarnya medan magnet dalam hatiku dan arah sudut refleksi cinta dengan Sin”
Keterangan :
I intensitas
L listrik
O optik
V kecepatan
E energi
U usaha
Semoga cinta kita bisa memenuhi hukum kekekalan energi yang menjadi nilai mutlak dari suatu kehidupan.
salam cinta !!!
Selasa, 15 Januari 2013
Untuk sebuah ujian, aku katakan
Terima kasih tlah menjadikanku
dewasa.
Untuk sebuah tantangan, aku
katakan...
Selamat datang Sobat terbaik di
masa depan.
Untuk sebuah hinaan, aku
katakan...
Sungguh, aku tidak keberatan,
kawan.
Untuk sebuah derita, aku
katakan...
Hai, apa kabar? lihat, aku masih
bisa tertawa.
Untuk sebuah kegagalan, aku
katakan...
Tenang saja, sungguh kau lebih
hebat dari yang lainnya.
Untuk sebuah masalah, aku
katakan...
Kau tidak sendirian, banyak orang
yang bernasib sama.
Untuk sebuah keraguan, aku
katakan...
Apa yang kau khawatirkan, selagi
iman masih menancap di dada
Untuk sebuah sakit hati, aku
katakan...
Maafkan, dan berjanjilah untuk
tidak melakukan pada yang
lainnya.
Langganan:
Komentar (Atom)


