Sabtu, 19 Januari 2013

Habibie dan Ainun "cinta sejati"

Semenjak bertemu denganmu, energi statik benih cintamu telah mengejutkan gaya pegas jantungku, sehingga jantungku berdetak tak beraturan bagaikan gelombang bunyi gendang yang tak beraturan saat aku berada beberapa meter darimu. Refleksi cahaya cintamu telah membunuh urat mataku sehinga membiaskan bayangan wajahmu yang selalu di otakku. Pancaran Radiasi Pesonamu membuat otakku tidak bisa berpikir rasional, sehingga elektromagnet dalam hatiku terpengaruh gelombang magnet cintamu. Sejak Saat itu, atom-atom penyusun cinta ini kian mengumpul karena gaya listrik statik dan energi Potensial di hatiku. Saat jauh darimu, partikel-partikel cintaku tidak bisa diam sehingga melakukan tumbukan-tumbukan lenting sempurna dan menghasilkan energi rindu dengan Rumus E = MC2. yang mana M adalah Masa waktu dimana semakin lama semakin jauh darimu maka energi rinduku semakin bertambah besar. Sedangkan C adalah Cintaku padamu yang berbanding lurus dengan Energi rinduku. Usaha untuk memberikan gaya lorenzt-ku padamu telah kuberikan dengan FL = i B Sin ØØ Mudah-mudahan dengan penurunan rumus cintaku padamu dapat memahami pemuaian cintaku padamu dan peningkatan massa jenis cintaku agar tekanan cinta dalam hatiku bisa setimbang setelah bereaksi dengan cahaya cintamu. Dimana bila FL adalah gaya cintaku padamu akan berbanding lurus dengan i (arus listrik cintaku) dan B adalah besarnya medan magnet dalam hatiku dan arah sudut refleksi cinta dengan Sin” Keterangan : I intensitas L listrik O optik V kecepatan E energi U usaha Semoga cinta kita bisa memenuhi hukum kekekalan energi yang menjadi nilai mutlak dari suatu kehidupan. salam cinta !!!

Selasa, 15 Januari 2013

Untuk sebuah ujian, aku katakan Terima kasih tlah menjadikanku dewasa. Untuk sebuah tantangan, aku katakan... Selamat datang Sobat terbaik di masa depan. Untuk sebuah hinaan, aku katakan... Sungguh, aku tidak keberatan, kawan. Untuk sebuah derita, aku katakan... Hai, apa kabar? lihat, aku masih bisa tertawa. Untuk sebuah kegagalan, aku katakan... Tenang saja, sungguh kau lebih hebat dari yang lainnya. Untuk sebuah masalah, aku katakan... Kau tidak sendirian, banyak orang yang bernasib sama. Untuk sebuah keraguan, aku katakan... Apa yang kau khawatirkan, selagi iman masih menancap di dada Untuk sebuah sakit hati, aku katakan... Maafkan, dan berjanjilah untuk tidak melakukan pada yang lainnya.

Sabtu, 15 Desember 2012

Kisah cinta sejati :3

dakwatuna.com - Siapa yang berkata bahwa kisah cinta sejati terbaik di muka bumi ini adalah roman antara Romeo dan Juliet karya William Shakepeare, sesungguhnya belum pernah mendengar kisah cinta Ali bin Abi Thalib RA, sang pemuda cekatan yang cinta akan ilmu dan putri Sang Rasulullah Sallahu ‘alaihi Wasallam sendiri, si wanita tegar yang lembut, Fatimah Az zahra. Pasti, karena kisah Romeo dan Juliet tak lebih dari sebuah roman yang dilukis di atas kertas. Berbanding terbalik dengan kisah yang dilandasi iman dan cinta pada Allah Subhanahu wata’alla dan ini benar-benar terjadi sekitar 14 abad silam menghiasi indahnya langit jazirah Arab pada masa itu. Cinta Ali pada Fatimah bukan cinta konyol yang bisa dengan mudah terlontar begitu saja, namun sebuah cinta yang dihiasi proses kedewasaan di balik umurnya yang masih muda. Cinta yang disimpannya begitu rapat, yang ia sendiri tak yakin itu cinta, sampai suatu saat perasaannya diuji. Ada seorang lelaki luar biasa datang kepada Rasulullah. Seorang sahabat yang membenarkan peristiwa Isra’ mi’raj Rasulullah dan oleh karenanya diberi gelar oleh Rasulullah “ash-siddiq”. Ya, Sahabat yang lahir dengan nama Abdullah bin Abi Quhafah, atau lebih dikenal sebagai Abu Bakar Ash-Siddiq, telah melamar putri Sang Rasul. Hati Ali bergetar, namun tak serta merta membuatnya bergerak tak terarah. Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan. Ia adalah keberanian, atau pengorbanan. Ali sadar, bahwa kedudukan Abu Bakar jauh lebih baik dari dirinya. Walaupun Abu bakar bukan kerabat dekat Nabi seperti Ali, namun hal itu tidak penting. Karena cinta Abu Bakar pada Rasulullah begitu besar. Ia yang menemani Rasulullah ketika hijrah, dan rela kakinya diracuni seekor ular dan menahan perihnya tanpa bersuara agar Rasulullah tidak terjaga dari tidurnya hingga air matanya tanpa ia sadari menetes ke pipi nabi. Sedangkan Ali merasa tidak sebanding dengan itu yang hanya menggantikan Rasulullah di tempat tidurnya. Ia sudah rela jika memang jodoh Fatimah adalah abu bakar ia siap untuk mundur, karena inilah ukhuwah yang jauh lebih indah dari cinta yang dirasanya sekarang. Ia lebih mendahulukan kebahagiaan Fatimah atas cintanya. Namun ternyata lamaran Abu Bakar di tolak. Benih-benih cinta itu mulai bersemai kembali, dalam diam dan tenang ia mempersiapkan diri. Kelak suatu saat waktunya akan tiba. Dalam diam ia tetap menjaga cintanya. Ya, dalam diamnya pada dunia. Tidak mengumbar apa yang ada di hatinya. Cukup keheningan seperempat malam terakhir dan tahajudnya yang tahu akan cintanya pada sang putri Rasul. Lagi-lagi cintanya di uji, kini seseorang yang tak kalah luar biasa kembali datang menghadap Rasulullah dan menyatakan niat untuk melamar Fatimah. Lelaki yang jikalau syeitan mendengar langkah kakinya maka ia akan lari terbirit birit. Sang Al Farruq, Umar ibn Al Khattab. Pembeda antara hak dan yang bathil. Lelaki yang membuat dakwah Islam jauh lebih terbuka dan terang terangan. Memang, jika dibanding dengan Ali, Umar termasuk yang terakhir memeluk Islam. Tapi semangatnya mengejar ketinggalan, dan gegap gempita sabetan pedangnya yang konon hanya sanggup dibawa oleh sepuluh orang ini membuat Ali kecut. Lagi-lagi Ali meng-itsar-kan cintanya pada saudara nya Umar. Ia yakin Fatimah akan jauh lebih aman bersama Umar. Dan ia ridha akan itu. Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan. Itulah keberanian. Atau mempersilakan, Yang ini pengorbanan. Lagi-lagi lamaran ini di tolak. Ali bingung, lelaki seperti apa yang diidamkan Rasulullah menjadi menantunya. Siapa kiranya yang pantas menjadi pendamping Fatimah, dua sahabat terbaik yang datang tak menemukan apa yang diinginkan. Ali jadi ragu, akankah ia bisa? Dibuang jauh-jauh perasaan itu, ia maju ke medan peperangan cinta ini. Karena cinta tak menanti, ia ada jika kesempatan mempersilakan, dan Ali mengambil kesempatan itu. Dengan modal harta yang apa adanya ia datang, hanya seperangkat baju besi yang biasa ia pakai berperang menjadi modalnya. Ia sampaikan tujuan nya pada Rasulullah. Nabi tersenyum kecil, dan berkata “Ahlan wa sahlan”. Lamaran bersambut. Ali lah yang memenangkan peperangan ini. Ia bukan berperang dengan abu bakar atau Umar dalam memperebutkan sang gadis pujaan. Lebih besar lagi, ia berperang melawan hawa nafsunya. Ia memenangkan hatinya sendiri, dari keraguan dan bisikan keputusasaan. Dalam ujian hati ini, ia terus diam. Tak ada salah tingkah, tak ada syair-syair rindu, tak ada ratap sedih kegalauan. Ia menang dan maju sebagai lelaki sejati, menawarkan cinta berlandaskan keimanan pada sang Ayah Fatimah. Akhirnya Ali menikahi Fatimah. Tanpa janji-janji, tanpa penantian yang tak berujung, tanpa harapan kosong yang dengan mudah diumbar. Dan ternyata tak kurang juga yang dilakukan oleh Putri Sang Nabi, dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari (setelah mereka menikah) Fathimah berkata kepada ‘Ali, “Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu. Aku pernah satu kali jatuh cinta pada seorang pemuda” ‘Ali terkejut dan berkata, “kalau begitu mengapa engkau mau menikah denganku? Dan Siapakah pemuda itu?” Sambil tersenyum Fathimah berkata, “Ya, karena pemuda itu adalah Dirimu” Kemudian Nabi saw bersabda: “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla memerintahkan aku untuk menikahkan Fatimah putri Khadijah dengan Ali bin Abi Thalib, maka saksikanlah sesungguhnya aku telah menikahkannya dengan maskawin empat ratus Fidhdhah (dalam nilai perak), dan Ali ridha (menerima) mahar tersebut.” Sahabatku, inilah cinta sejati, inilah cinta yang hakiki. Cinta yang disimpan dalam-dalam di ruang hati, hanya Sang Pemilik cinta yang tahu akan rasa itu. Mungkin ia gadis yang kita cintai, atau pemuda itu yang kita dambakan. Namun, sungguh tak perlu rasanya ia tahu sebelum masanya tiba. Biarlah ia menunggu, sebagaimana Fatimah menunggu hadirnya cinta yang ia nanti. Atau jika kau lebih berani, jadilah Ali. Yang tak mengumbar janji dan maju melamar sang bidadari. Wallahu’alam Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/12/25197/kisah-cinta-sejati/#ixzz2FAL62KPT

Senin, 10 Desember 2012

Falsafah Cinta...

Mereka yang tidak menyukainya menyebutnya tanggung jawab, Mereka yang hanya ingin bermain dengannya,menyebutnya sebuah permainan, Mereka yang tidak memilikinya, menyebutnya sebuah impian, Mereka yang mencintainya, menyebutnya takdir. Allah mengetahui yang terbaik, akan memberi ujian untuk menguji kita, Kadang cinta melukai hati, supaya hikmahnya bisa tertanam dalam. Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan dibaliknya, Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti, namun kita tetap harus percaya bahwa Ia mengambil sesuatu, Ia akan memberi yang lebih baik. Mengapa menunggu ? Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan,kita tidak ingin tergesa-gesa, Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidakingin sembrono, Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita cintai, kita tidak ingin kehilangan jati diri kita dalam proses pencarian itu. Jika ingin berlari, belajarlah berjalan dahulu, Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu, Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu. Pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang kita inginkan, ketimbang memilih apa yang ada. Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai, ketimbang memuaskan diri dengan apa yang ada. Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat, karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius Perlu kau ketahui bahwa : Bunga tidak mekar dalam waktu semalam, Kota Roma tidak dibangun dalam waktu sehari, Kehidupan dirajut dalam rahim selama sembilan bulan, Cinta yang agung terus bertumbuh selama kehidupan. Kebanyakan hal yang indah dalam kehidupan memerlukan waktu yang lama, Dan penantian tidaklah sia-sia. Walaupun menunggu membutuhkan banyak hal ? iman, keberanian, pengharapan. Penantian menjanjikan satu hal yang tak dapat dibayangkan oleh seorang pun. Pada akhirnya, Allah dengan segala hikmatnya,Meminta kita menunggu karena alasan yang penting

Rabu, 07 November 2012

hehehe what single muslim sister say

The amendment... Hey, I am single Don't wanna mingle Unless it's legal Or else it's evil There's only one guy My husband my imam... (What Single Muslim Sister Say) I am available but not for sale, Don't you ever expect me in your mail, There's only one story beneath this veil, It's modesty, and not an ad to hail, Woo me not because you will surely fail, You really really think I am that frail? You're not a hammer and I'm not a nail, I don't want a boyfriend, he's such an ail, I would prefer to be stuck in a jail, But I'm free of you and your fairytale, If you want me then be the alpha male, Don't hide in your shell like a slimy snail, Be my husband, by Allah we stand still.

Rabu, 31 Oktober 2012

lidahmu pedangmu

Heyy kamu boleh benci,kamu boleh tidak suka denganku. aku tau itu di muka palsumu yang menganggap tidak ada apa apa padahal kamu teramat tak suka denganku. kata kata yang menusuk kau lontarkan padaku, mungkin yang lainnya tak peka, tapi aku sangat peka aku tak masalah kau marahi karena kesalahanku tapi kemarin kata kata yang celekit dihatiku aku memang anak yang hemat karena itu ajaran ibuku makanya aku jarang sekali membuang uangku untuk kesenanganku, makan tempe so what? gk makan sang biar irit trus pinjem jas hujan emang kenapa? aku kan gak ngerepoti kamu? tapi setega itu kamu bilang aku anak yang tak bondo, gak bondo duwit aku disini kuliah udah keluar uang banyak makanya aku gak mau boros aku kasihan ibubapakku tapi katakatamu sungguh menusukku

Jumat, 26 Oktober 2012

secret admirer

pertama saat aku dengar petikan lagu perahu kertas tiba tiba terbesit dipikiranku tuk mengingatmu Ku bahagia kau telah terlahir di dunia Dan kau ada di antara milyaran manusia Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu aku sangat bahagia dapat menemukanmu,aku sangat bersyukur dapat mengenalmu.itulah yang sebenar-benarnya terjadi.meski waktu terus berjalan itu tak menghapus ingatanku tentangmu. aku lebih bahagia mencintai tap tak bisa dekat dari pada dekat tapi tak mencintai. mungkin yang menjadi peganganku saat ini adalah kalimat ini cintai dia dalam diam dari kejauhan dengan kesucian dan keikhlasan aku ingin mencintai dengan sederhana , dan tak ingin rasa cintaku padamu melebihi rasa cintaku padaNYa aku hanya ingin cinta yang berbuah surga seperti judul novel kang abik yang pernah aku baca :) .aku hanya ingin cinta yang halal dimata dunia juga akhirat. biarpun aku sedih,hampa tak masalah yang penting aku tak mau kehilangan rahmat dariNya mungkin seribu syair tak dapat mewakili untuk menggambarkan apa yang terjadi di hariku saat ini reni <3